Toyotomi Brothers
OngoingSub sub100

Toyotomi Brothers

Dua Bersaudara

121 views 2026 NHK GTotal 48 episode
Beri rating
❤️ Premium Trakteer

Bagikan ke:

Sinopsis

Kisah ini mengisahkan keberhasilan luar biasa dari saudara-saudara Toyotomi yang mencapai kejayaan dalam menyatukan Jepang melalui ikatan kuat mereka. Mimpi dan harapan diceritakan dari sudut pandang Toyotomi Hidenanga, adik laki-laki penguasa. Koichiro (yang kemudian menjadi Toyotomi Hidenanga) lahir dari keluarga miskin. Ia menjalani kehidupan damai dengan bercocok tanam. Suatu hari, kakaknya, Tokichiro Kinoshita (yang kemudian menjadi Toyotomi Hideyoshi), yang sudah lama tidak ia hubungi, muncul dengan semangat tinggi. Ia bercita-cita untuk meraih karier besar dalam pelayanan seorang panglima perang muda, Oda Nobunaga. Karena itu, ia meminta Koichiro untuk menjadi pelayannya. Akibatnya, Koichiro terpaksa menjadi samurai karena desakan kakaknya dan meninggalkan kampung halaman serta keluarganya...

Pemeran

Daftar Episode (15)

Ep 1
Ep 2
Ep 3
Ep 4
Ep 5
Ep 6
Ep 7
Ep 8
Ep 9
Ep 10
Ep 11
Ep 12
Ep 13
Ep 14
Ep 15

Berita

Komentar

Memuat komentar...

Sinopsis Tiap Episode

Episode 1

Episode 1

Sinopsis belum tersedia.

Episode 2

Episode 2

Sinopsis belum tersedia.

Episode 3

Episode 3

Sinopsis belum tersedia.

Episode 4

Episode 4

Sinopsis belum tersedia.

Episode 5

Episode 5

Sinopsis belum tersedia.

Episode 6

Episode 6

Sinopsis belum tersedia.

Episode 7

Episode 7

Sinopsis belum tersedia.

Episode 8

Episode 8

Sinopsis belum tersedia.

Episode 9

Episode 9

Sinopsis belum tersedia.

Episode 10

Episode 10

Setelah berhasil menguasai Mino, Oda Nobunaga mengganti nama wilayah tersebut menjadi Gifu. Sementara itu, Takenaka Hanbei resmi menjadi pengikut Tōkichirō. Kehadiran ahli strategi berbakat itu semakin memperkuat pasukan Nobunaga. Tak lama kemudian, Akechi Mitsuhide datang sebagai utusan Ashikaga Yoshiaki. Ia meminta Nobunaga bergerak menuju Kyoto, mengalahkan klan Miyoshi, dan membantu Yoshiaki menduduki jabatan sebagai shogun ke-15. Nobunaga menerima permintaan tersebut. Namun, untuk mengamankan jalan menuju ibu kota, ia terlebih dahulu harus berdamai dengan Azai Nagamasa, penguasa wilayah Ōmi. Sebagai bagian dari persekutuan, Nobunaga memutuskan menikahkan adiknya, Oichi, dengan Nagamasa. Menjelang keberangkatannya, Oichi menyampaikan sebuah permintaan khusus kepada Koichirō. Di balik pernikahan politik tersebut, tersimpan perasaan dan hubungan masa lalu yang belum sepenuhnya selesai. Dengan dukungan para sekutunya, Nobunaga akhirnya memimpin pasukan menuju Kyoto. Setelah menyingkirkan pihak-pihak yang menghalangi perjalanannya, ia berhasil mengangkat Ashikaga Yoshiaki sebagai shogun. Namun, ketika Yoshiaki menawarkan jabatan tinggi kepadanya, Nobunaga justru menolaknya. Koichirō percaya bahwa hadirnya shogun baru akan membawa kedamaian bagi masyarakat. Akan tetapi, Nobunaga ternyata mempunyai tujuan yang jauh lebih besar: bukan sekadar menghidupkan kembali pemerintahan shogun, melainkan menyatukan seluruh Jepang di bawah kekuasaannya. Episode ini menjadi awal dari langkah besar Nobunaga menuju penyatuan Jepang, sekaligus memperlihatkan bagaimana pernikahan, persekutuan, dan perang digunakan sebagai bagian dari strategi perebutan kekuasaan.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 11

Episode 11

Setelah berhasil menguasai wilayah Kinai, Oda Nobunaga memberikan tugas baru kepada Koichiro dan kakaknya, Tōkichirō. Melalui penguasa Yamato yang terkenal penuh tipu muslihat, Matsunaga Hisahide, mereka diperintahkan menemui para saudagar Sakai—termasuk Imai Sōkyū—dan memaksa mereka menyerahkan dana perang sebesar 20.000 kan. Namun, tugas tersebut tidak berjalan mudah. Para saudagar Sakai memiliki kekuatan ekonomi, jaringan informasi, dan kemampuan bernegosiasi yang membuat mereka tidak mudah tunduk kepada perintah Nobunaga. Koichiro dan Tōkichirō pun harus menggunakan kecerdikan serta kemampuan diplomasi mereka untuk menghadapi permainan para pedagang tersebut. Di tengah sulitnya perundingan, keadaan di Kyoto berubah menjadi genting. Miyoshi Triumvirate yang ingin menggulingkan shogun Ashikaga Yoshiaki memanfaatkan ketidakhadiran Nobunaga untuk melancarkan serangan mendadak ke Kuil Honkokuji, tempat Yoshiaki berada. Koichiro yang terseret ke dalam krisis itu bergabung dengan Akechi Mitsuhide untuk melindungi sang shogun. Ketegangan semakin meningkat karena mereka harus mempertahankan Honkokuji sambil menunggu bantuan. Episode ini memperlihatkan kemampuan Koichiro menghadapi dua medan sekaligus: perundingan politik dengan para saudagar Sakai dan ancaman pertempuran yang dapat menentukan nasib pemerintahan baru Ashikaga Yoshiaki.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 12

Episode 12

Setelah berhasil mengatasi pemberontakan di Kuil Honkokuji, Oda Nobunaga semakin memperkuat kekuasaannya di Kyoto. Ia membangun kediaman baru bagi Shogun Ashikaga Yoshiaki dan menghadiahkan Batu Fujito, batu terkenal yang dijuluki “batu milik penguasa negeri”. Namun, di balik hadiah tersebut, Yoshiaki mulai menyadari bahwa cita-citanya tidak lagi sejalan dengan ambisi Nobunaga. Hubungan mereka pun perlahan dipenuhi kecurigaan. Sementara itu, keberhasilan Tōkichirō membawanya diangkat menjadi pejabat Kyoto. Kedudukan baru tersebut membuatnya dan Koichirō semakin sibuk mengurus berbagai tugas, mulai dari urusan pemerintahan hingga mendampingi Nobunaga. Kesibukan di Kyoto juga membuat Tōkichirō lama tidak pulang menemui istrinya, Nene. Suatu hari, Nobunaga membawa Tōkichirō dan Koichirō mengunjungi Kastel Odani, tempat adiknya, Oichi, tinggal bersama suaminya, Azai Nagamasa. Kedatangan kedua bersaudara itu menjadi kejutan yang mencairkan kemarahan Oichi kepada Nobunaga, yang selama ini jarang mengunjunginya ataupun mengirim kabar. Di Kastel Odani, Oichi terlihat hidup bahagia bersama Nagamasa dan anak-anak mereka. Ia bahkan telah dikaruniai seorang putri bernama Chacha. Melihat ketenangan adiknya, Nobunaga merasa lega. Namun, kedamaian tersebut ternyata hanya terlihat dari permukaan. Ayah Nagamasa, Azai Hisamasa, masih menyimpan kebencian terhadap klan Oda dan diam-diam menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Bayangan konflik besar pun mulai mengancam hubungan kedua keluarga. Setelah kembali ke Gifu, Tōkichirō harus menghadapi Nene yang mengetahui tingkahnya selama berada di Kyoto. Di balik kemarahan dan kecemburuannya, Nene mengungkapkan kekhawatiran bahwa dirinya mungkin tidak dapat memberikan keturunan. Tōkichirō pun berusaha meyakinkan bahwa Nene tetap menjadi sosok yang sangat penting baginya. Pada saat yang sama, Nobunaga memerintahkan Koichirō untuk menikah. Koichirō yang masih belum bisa melupakan Nao awalnya menolak, tetapi perintah sang penguasa sulit dibantah. Calon istrinya adalah Chika, putri Andō Morinari. Kemunculan perempuan yang menyimpan suatu rahasia itu menjadi awal ujian baru dalam kehidupan Koichirō. Inti Episode 12: Di tengah pertemuan keluarga yang hangat di Kastel Odani, benih pengkhianatan mulai tumbuh. Bersamaan dengan itu, perintah pernikahan dari Nobunaga membawa Koichirō menuju babak baru yang penuh tanda tanya.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 13

Episode 13

Atas perintah Oda Nobunaga, Koichiro dijodohkan dengan Chika, putri Ando Morinari. Toukichiro menyambut pernikahan adiknya dengan gembira, tetapi Nene merasa khawatir setelah mengetahui adanya desas-desus buruk mengenai calon pengantin tersebut. Chika adalah janda seorang samurai penting yang dahulu mengabdi kepada Saito Tatsuoki. Suami pertamanya gugur ketika pasukan Oda merebut Kastel Inabayama. Karena itu, Chika menyimpan kebencian mendalam terhadap keluarga Oda—termasuk Koichiro yang kini menjadi salah satu pengikut mereka. Toukichiro dan Nene takut pernikahan tersebut merupakan bagian dari rencana balas dendam. Ketika berhadapan langsung dengan Chika, Koichiro mengetahui bahwa perempuan itu sama sekali tidak menginginkan pernikahan mereka. Namun, ia tidak memaksa Chika untuk segera menerimanya. Koichiro memilih bersabar dan berjanji tidak akan menuntut apa pun sampai kebencian di hati istrinya mereda. Sikap tenang tersebut menjadi awal dari hubungan rumit antara Koichiro dan pengantin barunya. Pada saat yang sama, hubungan Oda Nobunaga dan Shogun Ashikaga Yoshiaki semakin memburuk. Nobunaga kemudian memutuskan menyerang klan Asakura di Echizen. Ia meminta Azai Nagamasa menjaga wilayah belakang tanpa perlu ikut berperang karena putra Nagamasa berada di pihak Asakura sebagai sandera. Namun, setelah perang dimulai, Nagamasa mendapat tekanan dari ayahnya, Azai Hisamasa, untuk membela klan Asakura. Terjepit antara kesetiaan kepada Nobunaga dan kewajiban terhadap keluarga serta para pengikutnya, Nagamasa akhirnya mengambil keputusan yang mengguncang pasukan Oda. Di tengah perjalanan menuju pusat kekuasaan Asakura, Nobunaga menerima kabar bahwa sekutu yang sangat dipercayainya itu telah berbalik menjadi musuh. Pengkhianatan tersebut membuka jalan menuju krisis besar dalam Pertempuran Kanegasaki. Episode ini mempertemukan dua kisah tentang kepercayaan: Koichiro mencoba membangun rumah tangga bersama seseorang yang membencinya, sedangkan Nobunaga harus menghadapi runtuhnya ikatan dengan adik ipar yang selama ini ia percaya.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 14

Episode 14

Pengkhianatan Nagamasa Azai membuat pasukan Nobunaga Oda berada dalam situasi yang sangat berbahaya. Setelah mengetahui bahwa Nagamasa telah berbalik mendukung pasukan Asakura, Nobunaga diliputi kemarahan. Namun, Toukichirou berhasil membuatnya kembali berpikir jernih. Menyadari pasukannya dapat terjebak dan dihancurkan, Nobunaga akhirnya mengambil keputusan berat: mundur menuju Kyoto. Masalahnya, pasukan musuh tidak akan membiarkan Nobunaga pergi begitu saja. Seseorang harus tetap berada di belakang untuk menahan pengejaran dan memberikan waktu bagi pasukan utama untuk menyelamatkan diri. Toukichirou kemudian mendapat tugas berbahaya sebagai pasukan belakang. Dengan jumlah prajurit yang terbatas, ia harus menghadang pasukan Asakura hingga Nobunaga berhasil menjauh. Kegagalan menjalankan tugas ini bukan hanya akan membahayakan dirinya, tetapi juga dapat menghancurkan seluruh rencana pelarian Nobunaga. Kouichirou tidak membiarkan kakaknya menghadapi bahaya sendirian. Ia ikut dalam pasukan belakang dan bahkan mengambil salah satu posisi paling berisiko. Kini kedua bersaudara itu harus mengandalkan keberanian, kecerdikan, dan kepercayaan satu sama lain untuk menghadapi pasukan musuh yang terus mendesak. Pertempuran mundur pun berubah menjadi perjuangan hidup dan mati. Di tengah tekanan besar, ikatan Toukichirou dan Kouichirou kembali diuji. Mereka bukan lagi sekadar dua bersaudara yang berusaha menaikkan kedudukan, melainkan orang-orang yang memegang keselamatan pasukan Nobunaga di tangan mereka. Sementara itu di Kyoto, Yoshiaki Ashikaga menerima kabar mengenai pengkhianatan Nagamasa. Perubahan keseimbangan kekuatan tersebut membuat Yoshiaki mengambil sebuah keputusan penting yang berpotensi memengaruhi hubungan politiknya dengan Nobunaga selanjutnya. Episode 14 menjadi salah satu titik penting perjalanan Toyotomi bersaudara, karena keberanian mereka dalam situasi terjepit mulai menunjukkan betapa besar peran keduanya dalam perjalanan Nobunaga menuju penyatuan negeri.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 15

Episode 15

Murka Nobunaga dan Keputusan OichiSetelah berhasil selamat dari pengkhianatan klan Azai di Kanegasaki, Oda Nobunaga sangat murka dan bertekad untuk menghancurkan Kastil Odani beserta seluruh klan Azai. Menyadari bahaya ini, Koichiro sangat mengkhawatirkan keselamatan Oichi, adik Nobunaga yang merupakan istri dari Azai Nagamasa. Koichiro mengusulkan perjanjian damai kepada Nobunaga untuk mengulur waktu agar Oichi dapat melarikan diri, namun Nobunaga menolaknya mentah-mentah dan menegaskan bahwa pengkhianat harus dikirim ke neraka. Upaya Koichiro dan Tokichiro untuk menyelundupkan Oichi pun berujung sia-sia, karena Oichi memilih untuk tetap setia berada di sisi suaminya, Nagamasa. Taktik Tokichiro dan Keterlambatan IeyasuTokichiro kemudian mengajukan diri untuk memimpin serangan. Menggunakan strategi dari Takenaka Hanbei, mereka berhasil membujuk beberapa penguasa kastil pihak Azai untuk membelot, lalu menyerang Kastil Yokoyama guna memancing pasukan utama Nagamasa keluar. Di tempat lain, Tokugawa Ieyasu di Kastil Okazaki merasa enggan mengirimkan pasukan bantuan karena ia harus menjaga wilayahnya dari ancaman Takeda Shingen. Ieyasu sengaja datang terlambat ke medan perang. Menyadari taktik tersebut, Nobunaga memberikan tekanan mental kepada Ieyasu dengan membiarkan para pengawalnya mengepung Ieyasu secara diam-diam, lalu menyuapkan ikan kering ke mulut Ieyasu sebagai bentuk peringatan keras. Pecahnya Pertempuran AnegawaPada pertengahan tahun 1570, pasukan aliansi Oda-Tokugawa yang berjumlah 21.000 prajurit berhadapan dengan 13.000 pasukan aliansi Azai-Asakura yang dipisahkan oleh Sungai Anegawa. Pertempuran sengit pun pecah. Pasukan Oda awalnya kesulitan menghadapi pasukan Azai yang lebih mengenal medan dan berhasil menyeberangi perairan dangkal. Namun, serangan kejutan dari sisi sayap yang dipimpin oleh pasukan Ieyasu berhasil membalikkan keadaan. Pengorbanan Koichiro di Tengah TragediDi tengah kekacauan perang, seorang abdi setia klan Azai bernama Endo Naotsune menyusup ke kamp utama Oda dengan membawa kepala palsu Nagamasa, berniat membunuh Nobunaga. Tokichiro yang teringat wajah Endo saat di Kanegasaki segera menyadari ancaman tersebut, dan Koichiro langsung berlari menyusulnya. Saat Endo bersiap menyerang Nobunaga, Koichiro datang tepat waktu untuk mencegahnya. Demi melindungi nyawa kakaknya dan Nobunaga, Koichiro terpaksa membunuh musuh dengan tangannya sendiri—melewati batas prinsip yang selama ini ia pegang teguh. Endo akhirnya tewas dihentikan oleh Maeda Toshiie dan pengawal lainnya. Pertempuran berakhir dengan kemenangan telak bagi pihak Oda setelah pasukan Azai-Asakura mundur. Di bawah sinar matahari terbenam, Koichiro berdiri mematung menatap Sungai Anegawa yang berubah warna menjadi merah karena darah, dipenuhi gunungan mayat para prajurit. Dengan tatapan kosong dan hati yang hancur, ia bergumam pilu, "Ini adalah neraka...".
Baca sinopsis lengkap →