Episode 15
Kembali ke Detail

Sinopsis Episode 15

Toyotomi Brothers

Murka Nobunaga dan Keputusan OichiSetelah berhasil selamat dari pengkhianatan klan Azai di Kanegasaki, Oda Nobunaga sangat murka dan bertekad untuk menghancurkan Kastil Odani beserta seluruh klan Azai. Menyadari bahaya ini, Koichiro sangat mengkhawatirkan keselamatan Oichi, adik Nobunaga yang merupakan istri dari Azai Nagamasa. Koichiro mengusulkan perjanjian damai kepada Nobunaga untuk mengulur waktu agar Oichi dapat melarikan diri, namun Nobunaga menolaknya mentah-mentah dan menegaskan bahwa pengkhianat harus dikirim ke neraka. Upaya Koichiro dan Tokichiro untuk menyelundupkan Oichi pun berujung sia-sia, karena Oichi memilih untuk tetap setia berada di sisi suaminya, Nagamasa. Taktik Tokichiro dan Keterlambatan IeyasuTokichiro kemudian mengajukan diri untuk memimpin serangan. Menggunakan strategi dari Takenaka Hanbei, mereka berhasil membujuk beberapa penguasa kastil pihak Azai untuk membelot, lalu menyerang Kastil Yokoyama guna memancing pasukan utama Nagamasa keluar. Di tempat lain, Tokugawa Ieyasu di Kastil Okazaki merasa enggan mengirimkan pasukan bantuan karena ia harus menjaga wilayahnya dari ancaman Takeda Shingen. Ieyasu sengaja datang terlambat ke medan perang. Menyadari taktik tersebut, Nobunaga memberikan tekanan mental kepada Ieyasu dengan membiarkan para pengawalnya mengepung Ieyasu secara diam-diam, lalu menyuapkan ikan kering ke mulut Ieyasu sebagai bentuk peringatan keras. Pecahnya Pertempuran AnegawaPada pertengahan tahun 1570, pasukan aliansi Oda-Tokugawa yang berjumlah 21.000 prajurit berhadapan dengan 13.000 pasukan aliansi Azai-Asakura yang dipisahkan oleh Sungai Anegawa. Pertempuran sengit pun pecah. Pasukan Oda awalnya kesulitan menghadapi pasukan Azai yang lebih mengenal medan dan berhasil menyeberangi perairan dangkal. Namun, serangan kejutan dari sisi sayap yang dipimpin oleh pasukan Ieyasu berhasil membalikkan keadaan. Pengorbanan Koichiro di Tengah TragediDi tengah kekacauan perang, seorang abdi setia klan Azai bernama Endo Naotsune menyusup ke kamp utama Oda dengan membawa kepala palsu Nagamasa, berniat membunuh Nobunaga. Tokichiro yang teringat wajah Endo saat di Kanegasaki segera menyadari ancaman tersebut, dan Koichiro langsung berlari menyusulnya. Saat Endo bersiap menyerang Nobunaga, Koichiro datang tepat waktu untuk mencegahnya. Demi melindungi nyawa kakaknya dan Nobunaga, Koichiro terpaksa membunuh musuh dengan tangannya sendiri—melewati batas prinsip yang selama ini ia pegang teguh. Endo akhirnya tewas dihentikan oleh Maeda Toshiie dan pengawal lainnya. Pertempuran berakhir dengan kemenangan telak bagi pihak Oda setelah pasukan Azai-Asakura mundur. Di bawah sinar matahari terbenam, Koichiro berdiri mematung menatap Sungai Anegawa yang berubah warna menjadi merah karena darah, dipenuhi gunungan mayat para prajurit. Dengan tatapan kosong dan hati yang hancur, ia bergumam pilu, "Ini adalah neraka...".