Episode 1
Kembali ke Detail

Sinopsis Episode 1

Tsui no Hito

Tayang di Jepang: 13 Januari 2026 Sosuke Shie adalah seorang pengurus pemakaman berpengalaman dengan penampilan nyentrik dan cara bicara yang tajam. Ketika menjalani pemeriksaan di rumah sakit, ia mendapat kabar bahwa dirinya mengidap kanker stadium empat dan diperkirakan hanya memiliki waktu enam bulan untuk hidup. Namun, Shie menerima kenyataan tersebut dengan sikap tenang dan tetap menjalankan pekerjaannya. Di rumah sakit yang sama, Kotaro Soyogi bekerja sebagai tenaga penjualan perusahaan alat kesehatan. Setiap hari ia berusaha mengambil hati para dokter agar produk perusahaannya digunakan. Tekanan pekerjaan dan target penjualan membuat Kotaro kelelahan serta kehilangan arah hidup. Saat beristirahat di bangku rumah sakit, Kotaro bertemu seorang pria berpakaian olahraga yang sedang merokok. Kotaro menegurnya, tetapi pria itu justru membalas dengan kata-kata menusuk, mengatakan bahwa wajah Kotaro terlihat lebih tidak bersemangat daripada orang yang baru menerima vonis sisa hidup. Ucapan tersebut membuat Kotaro tersinggung, tetapi juga menyadarkannya bahwa selama ini ia terlalu sibuk mengejar pengakuan orang lain. Pada malam yang sama, Kotaro menerima kabar mengejutkan bahwa ibunya meninggal dunia akibat kanker. Belum sempat menerima kehilangan tersebut, Kotaro harus mengurus pemakaman sang ibu. Rumah sakit kemudian memperkenalkan seorang pengurus pemakaman kepadanya. Kotaro terkejut ketika mengetahui pengurus pemakaman itu adalah Sosuke Shie—pria yang sebelumnya menegurnya dengan kata-kata tajam. Meski bersikap kasar dan tidak seperti pengurus pemakaman pada umumnya, Shie ternyata sangat memahami perasaan keluarga yang ditinggalkan. Ia berusaha mencari tahu keinginan terakhir ibu Kotaro dan mempersiapkan sebuah perpisahan yang bermakna. Salah satu tradisi yang menjadi pusat cerita adalah honekami, kebiasaan lama menggigit sedikit tulang orang yang telah dikremasi sebagai bentuk kasih sayang serta keinginan untuk tetap dekat dengan mendiang. Melalui pemakaman ibunya, Kotaro mulai memahami bahwa upacara perpisahan bukan sekadar kewajiban atau rangkaian formalitas. Pemakaman menjadi kesempatan terakhir bagi keluarga untuk menyampaikan cinta, rasa terima kasih, dan hal-hal yang belum sempat mereka ucapkan. Pertemuannya dengan Shie akhirnya mengubah jalan hidup Kotaro. Tersentuh oleh cara Shie menghadapi kematian dan mendampingi keluarga yang berduka, Kotaro mulai tertarik mempelajari pekerjaan pengurus pemakaman. Episode pertama pun menjadi awal terbentuknya hubungan antara Shie, sang pengurus pemakaman berpengalaman, dan Kotaro yang kelak menjadi murid sekaligus rekannya.