S&X
CompleteSub sub100

S&X

34 views 2026 NetflixTotal 7 episode
Beri rating
❤️ Premium Trakteer

Bagikan ke:

Sinopsis

Shimotori Ichito adalah seorang terapis seks di Klinik Shimotori. Setiap hari, ia menangani pasien yang menghadapi masalah intim yang tidak bisa mereka bicarakan dengan orang lain. Meski kerap dicemooh dan dipandang sebelah mata karena profesinya, ia tetap melayani setiap pasien dengan penuh ketulusan dan rasa hormat. Namun, tak banyak orang di sekitarnya yang tahu bahwa ia sebenarnya menyimpan kecemasan tersendiri.

Pemeran

Daftar Episode (7)

Ep 1
Ep 2
Ep 3
Ep 4
Ep 5
Ep 6
Ep 7

Berita

Komentar

Memuat komentar...

Sinopsis Tiap Episode

Episode 1

Episode 1

Episode pertama memperkenalkan Shimotori Ichito (Kento Nakajima), seorang psikiater sekaligus terapis yang menangani berbagai persoalan intim dan hubungan pasangan. Meskipun profesinya sering dipandang sebelah mata, Ichito selalu mendengarkan pasiennya dengan tenang dan tanpa menghakimi. Kasus pertamanya adalah pasangan suami istri, Akira dan Sena Hayama. Akira meminta bantuan karena perilaku kompulsif Sena telah merusak kepercayaan dalam pernikahan mereka. Dari sesi konseling, Ichito menemukan bahwa masalah Sena bukan semata-mata menyangkut hubungan fisik. Di baliknya tersimpan luka masa kecil setelah cedera pada tangannya membuatnya terpaksa meninggalkan balet—sesuatu yang dahulu sangat dicintainya. Ichito mencoba membantu keduanya berbicara lebih jujur tentang kebutuhan dan perasaan masing-masing. Sebuah pujian tulus Akira terhadap tangan Sena akhirnya menyentuh luka emosional yang selama ini tersembunyi. Momen sederhana tersebut menjadi langkah awal bagi mereka untuk memperbaiki hubungan. Di luar pekerjaannya, Ichito secara tidak sengaja bertemu kembali dengan Ichinose Yumi (Yuko Araki), teman semasa SMP yang kini bekerja sebagai penyiar. Pertemuan itu membangkitkan perasaan lama, tetapi Ichito terlihat ragu untuk membuka hati. Pada bagian akhir terungkap bahwa sang terapis ternyata juga menjalani konseling. Di balik sikapnya yang tenang, Ichito menyimpan trauma dan alasan mendalam yang membuatnya takut membangun hubungan dekat. Pengakuan tersebut menjadi misteri utama yang akan berkembang pada episode berikutnya. Inti episode: Luka emosional yang tidak terselesaikan dapat memengaruhi hubungan seseorang, sementara komunikasi dan penerimaan menjadi awal pemulihan.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 2

Episode 2

Pada sesi konseling, Shimotori Ichito mendapat teguran dari dokter Kase Shion. Menurut Shion, Ichito selalu menghindari kedekatan emosional karena trauma yang belum mampu dihadapinya. Ia membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya agar perlahan berani membuka diri. Sementara itu, Natsume Marin membawa seorang siswi SMA bernama Mio ke Klinik Shimotori. Mio sangat menyukai karakter fiksi dan merasa lebih nyaman dengan “sang idola” daripada berhubungan dengan laki-laki di dunia nyata. Sikap tersebut muncul setelah pengalaman buruk bersama seorang teman laki-laki membuatnya takut dan kehilangan rasa aman. Ichito tidak menghakimi pilihan Mio. Ia berusaha memahami perasaan di balik kecintaannya terhadap dunia dua dimensi. Namun, Mio kemudian mengalami situasi berbahaya ketika bertemu seorang pelanggan dari tempat kerjanya di luar jam kerja. Ichito datang menolongnya, disusul teman laki-laki yang dahulu pernah melanggar batasannya. Pemuda tersebut mengaku telah mempelajari pentingnya persetujuan dan menghormati batasan orang lain. Ia meminta maaf dengan tulus dan berharap dapat kembali berteman. Mio menerima permintaan maaf itu, tetapi hubungan mereka dimulai kembali sebatas teman yang menikmati kegemaran yang sama. Kasus Mio menyadarkan Ichito bahwa hubungan bermakna tidak selalu harus diwujudkan melalui kedekatan fisik. Dengan pemikiran tersebut, ia memberanikan diri menemui kembali Ichinose Yumi. Akan tetapi, pertemuan mereka berakhir di luar dugaan: Yumi mengungkapkan perasaannya kepada Ichito. Episode ini menekankan bahwa kasih sayang harus dibangun atas dasar rasa aman, komunikasi, persetujuan, dan penghormatan terhadap batas pribadi. Sementara itu, hubungan Ichito dan Yumi mulai bergerak maju, meskipun trauma Ichito masih menjadi penghalang besar.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 3

Episode 3

Setelah menerima perasaan Ichinose Yumi, Shimotori Ichito mencoba memberanikan diri untuk memperdalam hubungan mereka. Namun ketika keduanya semakin dekat, Ichito tiba-tiba mengalami kilas balik traumatis. Dalam kepanikan, ia menjauhkan Yumi tanpa mampu menjelaskan penyebab sebenarnya. Penolakan tersebut membuat Yumi terluka dan kebingungan. Belakangan diketahui bahwa Yumi juga mengikuti konseling dengan Kase Shion. Kepada Shion, ia menceritakan perasaannya setelah dijauhkan oleh Ichito. Di klinik, Ichito menerima pasien baru bernama Kito, pemimpin sebuah perusahaan besar yang mengalami ketergantungan pada aktivitas intim di dunia virtual. Kesuksesan justru membuat Kito merasa terasing dari rekan kerja dan istrinya. Di ruang virtual, ia menggunakan avatar perempuan karena merasa lebih bebas dan tidak harus selalu tampil sebagai seorang pemimpin yang kuat. Untuk memahami persoalannya, Ichito ikut memasuki dunia virtual tersebut. Ia menyadari bahwa ketergantungan Kito berakar pada kesepian, tekanan hidup, dan ketidakmampuannya mengungkapkan perasaan. Ichito kemudian membantu Kito dan istrinya bertemu di ruang virtual agar mereka dapat berbicara secara terbuka. Percakapan itu menjadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan mereka. Keberhasilan membantu Kito membuat Ichito menyadari bahwa dirinya juga harus berhenti bersembunyi. Ia menemui Yumi, menjelaskan bahwa tindakannya bukan karena tidak menyukainya, melainkan karena trauma masa lalu. Setelah berkata jujur, Ichito akhirnya meminta Yumi untuk menjalani hubungan bersamanya. Inti episode: Dunia virtual dapat menjadi tempat pelarian, tetapi masalah yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan melalui keberanian untuk berbicara jujur dan menghadapi kenyataan.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 4

Episode 4

Setelah menyatakan perasaannya kepada Ichinose Yumi, Shimotori Ichito harus menunggu jawaban karena Yumi ingin mempertimbangkan hubungan mereka dengan tenang. Di tempat kerja, Yumi mengusulkan liputan mengenai korban perekaman diam-diam. Usul tersebut akhirnya diterima berkat dukungan Kazuma. Namun, ketika hasil wawancara korban diserahkan, atasannya menilai isi liputan itu terlalu suram untuk ditayangkan. Pada saat bersamaan, seorang pria bernama Ikeuchi datang ke Klinik Shimotori setelah tersangkut kasus perekaman ilegal. Melalui konseling, Shimotori menyadari bahwa perilaku Ikeuchi bukan semata-mata didorong oleh hasrat, melainkan ketergantungan terhadap sensasi menegangkan dan cara berpikir keliru yang mengabaikan perasaan korban. Ketika perbuatannya diketahui perusahaan hingga membuatnya diskors, Ikeuchi kembali meminta pertolongan. Shimotori kemudian memperlihatkan rekaman wawancara para korban yang dikumpulkan Yumi. Untuk pertama kalinya, Ikeuchi menyadari bahwa tindakannya telah melukai manusia yang memiliki perasaan, keluarga, dan kehidupan sendiri. Kesadaran tersebut membuatnya mulai menyesali perbuatannya. Sementara itu, Yumi akhirnya menerima Shimotori apa adanya dan memutuskan untuk menjalani hubungan dengannya. Namun, kebahagiaan mereka ternyata diamati secara diam-diam oleh seseorang. Tanpa mereka sadari, sebuah ancaman baru mulai mendekat.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 5

Episode 5

Hubungan antara Shimotori Ichito dan Ichinose Yumi akhirnya tercium oleh media. Sebuah majalah mingguan menerbitkan berita mengenai kedekatan mereka, membuat kehidupan keduanya berubah dalam sekejap. Sebagai pembawa berita televisi, Yumi harus menghadapi pertanyaan tentang kehidupan pribadinya ketika sedang membawakan acara secara langsung. Ia berusaha tetap tenang dan profesional meskipun tekanan dari publik semakin besar. Sementara itu, Klinik Shimotori didatangi banyak wartawan dan orang-orang yang penasaran hingga pelayanan kepada pasien terganggu. Keadaan bertambah rumit ketika Kitano, wartawan majalah yang memburu berita tersebut, menyamar sebagai pasien agar dapat masuk ke dalam klinik. Ia berusaha memperoleh informasi pribadi yang dapat dijadikan bahan pemberitaan berikutnya. Namun, saat berhadapan langsung dengan Shimotori, percakapan mereka justru berkembang ke arah yang tidak diperkirakan. Di tengah sorotan publik dan berbagai prasangka terhadap pekerjaannya, Shimotori berusaha melindungi kerahasiaan pasien sekaligus menjaga Yumi agar tidak semakin terseret dalam masalah. Peristiwa ini memaksa keduanya mempertimbangkan apakah hubungan mereka cukup kuat untuk menghadapi tekanan dari masyarakat. Episode 5 menggambarkan bagaimana sebuah pemberitaan dapat mengguncang kehidupan pribadi seseorang. Di balik kekacauan tersebut, Shimotori dan Yumi mulai memahami betapa pentingnya kejujuran, keberanian, dan rasa saling percaya dalam hubungan mereka.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 6

Episode 6

Hubungan antara 霜鳥壱人—Shimotori Ichito dan 市之瀬佑美—Ichinose Yumi memasuki masa paling sulit. Setelah kedekatan mereka diberitakan oleh majalah mingguan, muncul ancaman baru berupa artikel yang akan membongkar masa lalu keluarga Shimotori. Menyadari bahwa skandal tersebut dapat merusak kehidupan dan karier Yumi, Shimotori mengambil keputusan pahit untuk menjauh darinya. Shimotori berusaha meyakinkan Yumi bahwa hubungan mereka sebaiknya diakhiri. Namun, di balik sikap dinginnya, ia sebenarnya masih dibayangi pengalaman menyakitkan dalam keluarganya. Masa lalu itulah yang membuatnya sulit menerima cinta sekaligus takut orang terdekatnya ikut terluka. Yumi tidak mudah menerima keputusan tersebut. Dalam kebingungannya, ia menemui Kase Shion, dokter yang selama ini memahami kondisi psikologis Shimotori. Shion menyadarkan Yumi bahwa Shimotori selalu berusaha menolong orang lain, tetapi terus menghindari luka dan masalahnya sendiri. Nasihat itu membuat Yumi memutuskan untuk tidak lagi sekadar menunggu. Ia ingin menemui Shimotori dan menyampaikan perasaannya secara langsung. Di sisi lain, Saikawa Yuta, perawat di Klinik Shimotori, mengalami masalah dalam hubungannya akibat kecemasan dan tekanan yang terus dipendam. Shimotori membantunya memahami bahwa rasa takut gagal justru dapat memperbesar kegelisahan. Kisah Saikawa menjadi cerminan keadaan Shimotori sendiri: keduanya sama-sama harus belajar jujur kepada pasangan dan menerima bahwa hubungan tidak dapat dipertahankan dengan menyembunyikan ketakutan. Ketika akhirnya berhadapan dengan Shimotori, Yumi menolak keputusan sepihaknya. Ia menegaskan bahwa dirinya berhak menentukan apakah akan tetap mendampingi Shimotori setelah mengetahui seluruh masa lalunya. Keberanian Yumi perlahan meruntuhkan pertahanan yang selama ini dibangun Shimotori. Namun, artikel tentang kedua orang tua Shimotori semakin dekat untuk diterbitkan. Shimotori pun dihadapkan pada pilihan besar: terus melarikan diri demi melindungi nama baiknya, atau mengungkapkan kebenaran dan menghadapi masa lalu yang selama ini menghantuinya. Episode berakhir ketika Yumi memilih tetap berada di sisinya. Dukungan tersebut mendorong Shimotori untuk mencari jawaban langsung mengenai keluarganya—sebuah keputusan yang akan membawanya menuju pertemuan mengejutkan dalam episode terakhir.
Baca sinopsis lengkap →
Episode 7

Episode 7

Shimotori Ichito bersama Ichinose Yumi mengunjungi fasilitas perawatan tempat ibunya tinggal. Di sana, Shimotori bertemu seseorang yang mengetahui masa lalu keluarganya. Dari pertemuan tersebut, ia akhirnya memahami fakta di balik konflik kedua orang tuanya—peristiwa yang selama bertahun-tahun menimbulkan trauma serta membuatnya takut menjalin hubungan yang mendalam. Kebenaran itu membuat Shimotori menyadari bahwa ia tidak bisa terus membiarkan masa lalu mengendalikan kehidupannya. Selama ini, ia mampu mendengarkan dan membantu berbagai masalah pasiennya, tetapi justru menutup diri ketika harus menghadapi luka pribadinya. Yumi tetap mendampinginya tanpa memaksa, sekaligus mendorongnya agar berani menentukan jalan hidupnya sendiri. Setelah mempertimbangkan semuanya, Shimotori mengambil keputusan besar. Ia bersedia tampil dalam program televisi yang dibawakan Yumi untuk menjelaskan kebenaran secara terbuka. Di hadapan kamera, Shimotori mengakui bahwa meskipun bekerja sebagai terapis, dirinya juga mempunyai ketakutan dan persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Pengakuan tersebut bukan sekadar pembelaan terhadap pemberitaan yang menyerangnya. Shimotori ingin menyampaikan bahwa memiliki masalah pribadi bukan sesuatu yang memalukan. Setiap orang berhak meminta pertolongan, berbicara dengan jujur, dan menjalani proses pemulihan tanpa takut dihakimi. Kejujurannya mendapat beragam reaksi, tetapi Shimotori merasa telah melepaskan beban yang selama ini dipikulnya. Ia tidak lagi menyembunyikan masa lalu maupun melarikan diri dari perasaannya terhadap Yumi. Setelah siaran berakhir, hubungan Shimotori dan Yumi tidak langsung berubah menjadi sempurna. Keduanya memilih berjalan perlahan, saling menyampaikan keinginan dengan jujur, dan tidak memaksakan sesuatu yang belum siap mereka jalani. Keputusan itu memperlihatkan bahwa hubungan yang sehat dibangun melalui komunikasi serta rasa aman, bukan dengan mengharapkan pasangan memahami semuanya tanpa penjelasan. Pada akhirnya, Shimotori kembali menjalankan kliniknya dengan pandangan baru. Dahulu ia hanya menjadi orang yang mendengarkan masalah orang lain; sekarang ia juga telah belajar menerima kelemahannya sendiri. Dengan Yumi tetap berada di sisinya, Shimotori membuka lembaran kehidupan baru dan mulai percaya bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depannya.
Baca sinopsis lengkap →