Kembali ke Detail
Sinopsis Episode 30
Itsuka, Mujuryoku no Sora de
Kerusakan pada kamera satelit membuat Asuka, Amane, dan Haruko harus mengambil keputusan sulit. Mereka memilih mengganti kamera dan mengulang sebagian proses pengembangan agar misi utama—memotret Bumi dari luar angkasa—tetap dapat dilakukan. Namun, perubahan tersebut berisiko membuat satelit gagal diselesaikan sebelum jadwal peluncuran.
Izumi menentang keputusan itu. Berdasarkan pengalamannya, ia memahami bahwa keterlambatan sekecil apa pun bisa membuat sebuah satelit kehilangan kesempatan untuk diluncurkan. Bahkan Kei pada awalnya menganggap rencana mengganti kamera hampir mustahil diwujudkan.
Meskipun demikian, tekad Asuka yang tidak ingin menyerah membuat Kei berubah pikiran. Ia menyadari bahwa mereka tidak seharusnya mengorbankan tujuan utama hanya demi mengejar tenggat waktu. Kei pun menyatakan ingin mempertahankan misi melihat Bumi dari luar angkasa tanpa melakukan kompromi. Mendengar kesungguhan mereka, Izumi akhirnya mengizinkan tim untuk mencari kamera pengganti dengan batas waktu yang sangat ketat.
Asuka dan Kei segera menghubungi berbagai pihak, tetapi kamera yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan satelit tidak kunjung ditemukan. Ketika harapan mereka hampir habis, Izumi menghubungi keduanya dan menawarkan sebuah kamera istimewa. Kamera tersebut berasal dari satelit pertama yang pernah dibuatnya, tetapi dahulu tidak pernah berhasil diluncurkan.
Bagi Izumi, kamera itu menyimpan impian dan kenangan yang sangat berharga. Ia mempercayakannya kepada Asuka dan Kei dengan satu permintaan: membawa kamera tersebut ke luar angkasa dan memperlihatkan kepadanya pemandangan Bumi yang selama ini tidak pernah sempat disaksikannya. Keputusan Izumi membuat perjuangan mereka bukan lagi sekadar menyelesaikan proyek, melainkan juga meneruskan mimpi yang pernah terhenti.
Dengan kamera pemberian Izumi, seluruh tim bekerja keras merancang ulang satelit. Setelah tiga minggu penuh perjuangan, mereka akhirnya berhasil menyelesaikan pemeriksaan keselamatan tepat waktu. Pada Juli 2025, satelit itu secara resmi diserahkan kepada JAXA.
Asuka, Amane, Haruko, dan Kei diliputi rasa lega setelah melewati salah satu rintangan terbesar dalam perjalanan mereka. Kini, satelit tersebut siap memasuki tahap berikutnya: menunggu peluncuran menuju luar angkasa.