Kembali ke Detail
Sinopsis Episode 117
Chimudondon
Beberapa tahun telah berlalu. Nobuko pulang ke Yanbaru bersama Kazuhiko dan putra mereka, Takehiko. Kembali berada di tengah alam Okinawa membuat Nobuko merasakan kebahagiaan yang berbeda. Ia membantu ibunya, Yuko, memanen sayuran dan kembali menikmati suasana kampung halaman yang selama ini dirindukannya.
Nobuko kemudian menyiapkan berbagai hidangan menggunakan hasil kebun untuk acara berkumpul bersama keluarga. Saat memasak, ia mulai menyadari betapa istimewanya bahan-bahan yang tumbuh di Yanbaru. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia kuliner Tokyo, ia justru merasa sayuran dari kampung halamannya memiliki daya tarik tersendiri. Perasaan itu perlahan membuatnya memikirkan kembali kehidupan yang sebenarnya ia inginkan.
Sementara itu, hubungan Utako dan Satoru masih belum mengalami perkembangan berarti meskipun waktu telah berlalu. Kesempatan muncul ketika Satoru pergi ke pegunungan untuk mencari tanaman liar yang diminta Nobuko. Utako memutuskan ikut bersamanya.
Dalam perjalanan, Utako bercerita bahwa dirinya mungkin mendapat kesempatan untuk melakukan debut rekaman. Namun Satoru justru merasa khawatir dan mencurigai orang dari perusahaan rekaman yang mendekati Utako. Ia menawarkan diri untuk menemani Utako ketika bertemu orang tersebut. Utako menolak karena ingin menyelesaikan urusannya sendiri. Perbedaan pendapat itu membuat suasana di antara mereka menjadi sedikit tegang.
Namun perjalanan mereka berubah ketika sebuah kejadian tak terduga membuat Utako dan Satoru semakin dekat. Di tengah suasana pegunungan yang sepi, keduanya mendapatkan kesempatan untuk berhadapan dengan perasaan yang selama ini sulit mereka ungkapkan. Hubungan yang bertahun-tahun berjalan tanpa kepastian akhirnya mulai menunjukkan perubahan. Bahkan, keduanya hampir berciuman sebelum momen tersebut terganggu oleh kedatangan orang lain.
Episode 117 menjadi awal penting bagi perkembangan hubungan Utako dan Satoru, sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya ikatan Nobuko dengan Yanbaru. Kehidupan di kampung halaman perlahan membuka jalan baru bagi masing-masing tokoh untuk menentukan masa depan mereka.
